Saat siang berganti malam dan saat matahari tenggelam kemudian timbullah rembulan. Duhai malam temani aku dalam rasa berbisik lara seperti terengah-engah di kejar suatu peristiwa buruk. Inikah kasih sayang yang diberikanNya kepadaku menyelami diriku setegar karangkah, sesabar Nabi Yusufkah?
Aku seperti diteror pada suatu masa membeku sekeras es kemudian menggigil saat kutahu setiap pertanyaan terlontar dari batinku, berdosakah aku? Kelalaian apa yang telah kulakukan? Apakah Ia begitu marah padaku?
Aku mengadu pada setiap tetesan air mata, setiap keringat yang menetes, setiap hatiku bergemuruh meminta kepadaNya, ampuni dosa-dosa yang telah aku perbuat dan belum kuperbuat, jangan jauhkan aku dari-Nya karena setiap detikpun tanpa-Nya aku hanyalah puing-puing tak berharga.
Detikpun berganti cukuplah aku mengaduh lemah tak berdaya karena derita bukanlah akhir dari kehidupan. Biarkan kumencari sesuatu yang belum pernah kutemui, petualangan ini belum berakhir karena tujuan yang kuinginkan belum terpenuhi.
By : Aisyah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar